Hanya yang pernah mengalami katarsis yang bisa cerita

Eny Erawati's Blog

“Hanya yang pernah mengalami katarsis, yang bisa menceritakan apa rasanya katarsis.”

Mereka yang belum pernah mengalami puncaknya lapar, tidak akan bisa membuat orang merasa tertulari rasa lapar. Bagaimanapun ia menceritakan rasa laparnya. Mereka yang belum pernah mengalami puncaknya rasa rindu, tidak akan bisa mengajak orang merasakan nuansa romantis. Apapun simbol dan teknik cerita yang dipakainya. Mereka yang belum pernah mengalami puncaknya patah hati, tidak akan bisa mengajak orang untuk merasa putus asa, dari melihat karyanya.
Walhasil, pendek kata, mereka yang belum pernah merasa katarsis dengan perasaannya, akan menghasilkan bahasa komunikasi yang biasa saja, selamanya. Apapun bahasanya.

Ini bukan soal kritik mengkritik. Ini bukan soal jatuh menjatuhkan.
Ini soal membuat sesuatu yang baik, bagus, indah, cantik, ganteng dan semacamnya. Ini tentang keberhasilan mengkomunikasikan pesan dalam tampilan visual.
Jika belum pernah katarsis, maka paling tidak, jujurlah.
Karena kejujuran, adalah katarsis dari human being, inti dari kemanusiaan.

Ketidak berhasilan membuat sesuatu yang baik…

Lihat pos aslinya 31 kata lagi

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s